Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

INOVASI UNIVERSITAS PURDUE HASILKAN TANAMAN TAHAN KEMARAU PANJANG

Tanggal : 6 April 2016

Para  peneliti  dari  Universitas  Purdue  telah  mengembangkan  teknologi  yang  dapat
memungkinkan  tanaman  tertentu  untuk  bertahan  hidup  kondisi  kekeringan  yang  parah,
sementara  secara  signifikan  mengurangi  konsumsi  air.  Teknologi  ini  memanfaatkan
sebuah gen yang menyebabkan tanaman untuk memiliki penutupan pori daun yang cepat,
mengurangi  tingkat kehilangan air karena penguapan, meringankan kerusakan membran
sel dan meningkatkan  fotosintesis yang menghasilkan peningkatan  reaksi untuk kondisi
kekeringan.
 
Yang  Zhao,  seorang  asisten  peneliti  di  hortikultura,  mengatakan  tanaman  rekayasa
genetika tahan kekeringan saat ini hanya berhasil dalam kondisi lingkungan yang sempit
dan mengandalkan irigasi penyelamatan jika kondisi menjadi terlalu parah.
 
"Jika  tanaman berada di bawah banyak stres berat  itu akan menjadi  terhenti, dan ketika
air  tersedia  lagi, bahkan  jika  itu  setelah waktu yang  sangat  lama, hal  ini menghidupkan
dan  menumbuhkan  kembali.  Metode  kami  tidak  bergantung  pada  irigasi  untuk
menyelamatkannya dan petani dapat yakin bahwa mereka  tidak perlu menanam kembali
segala  sesuatu  dan  memulai  dari  awal  jika  kekeringan  berkepanjangan,  menghemat
banyak waktu  dan  uang,"  ujar Ray Bressan,  profesor  terkemuka  di  Fakultas  Pertanian
Purdue.  Dia  menambahkan  bahwa  mereka  mungkin  tertarik  dalam  menggabungkan
teknologi  mereka  dengan  teknologi  yang  saat  ini  sedang  digunakan  oleh  perusahaan
biotek di masa depan.
 
Lebih  lengkapnya  di  situs  Universitas  Purdue http://www.purdue.edu/newsroom/releases/2016/Q1/purdue-innovation-could-help- crops-survive-prolonged-drought,-save-water.html