Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Impor Kentang Segar Dihentikan-Kedaulatan Pangan Menjadi Perhatian Pemerintah

Tanggal: 9 December 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah berkomitmen menghentikan impor kentang segar yang dapat diproduksi di dalam negeri. Pemerintah juga akan mengusut peredaran kentang dan benih kentang ilegal bersama polisi.

 

Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan produksi kentang di dalam negeri sekaligus meningkatkan serapan oleh industri. Para petani kentang yeng tergabung dalam Serikat Pertani Indonesia (SPI) berjanji meningkatkan produksi kentang dan benih kentang.

 

Hal itu mengemuka dalam dialog pemerintah dengan SPI yang berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (8/12). Para petani kentang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, yakni Banjarnegara, Wonosobo, Pekalongan, Batang, dan Temanggung, ditemui oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

 

Amran mengatakan, pemerintah mendorong kedaulatan pangan dengan menghentikan impor pangan, termasuk kentang yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri. "Kami mempunyai 1.128 tenaga ahli pertanian. Kami akan mengirimkan mereka ke daerah-daerah penghasil kentang di Indonesia," ujar Amran.

 

Enggartiasto mengemukakan, impor akan dihentikan untuk jenis kentang segar atau kentang sayur. Untuk benih kentang, akan dicek ke petani apakah persediaan di petani mencukupi atau tidak. Sementara untuk kentang bahan baku industri, pelaku usaha masih diizinkan mengimpor jenis tersebut karena belum bisa diproduksi di Indonesia. "Kami juga telah meminta industri makanan di dalam negeri untuk bermitra dengan petani. Salah satu perusahaan sudah mengganti sekitar 50 persen kentang impor dengan kentang dalam negeri," ujar Enggartiasto.

 

Impor ilegal

Pemerintah juga telah menyerahkan laporan dugaan peredaran kentang dan benih kentang ilegal dari petani ke polisi. Penyeludupan kentang itu akan diusut dalam ranah hukum.

 

Ketua Umum SPI Henry Saragih mengatakan, petani meminta pemerintah menghentikan impor kentang karena beredar di pasar sehingga merugikan petani. Terkait dengan produk impor ilegal, Badan Karantina Pertanian memusnahkan 5.000 tanaman cabai dari Tiongkok di Instalasi Karantina Hewan Kantor Balai Vesar Karantina Pertanian Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Selain masuk secara ilegal, tanaman ini diduga mengandung bakteri Erwinia chrysanthemi yang diyakini akan membahayakan produksi cabai nasional dan merusak tanaman sejenisnya di Indonesia. Selain menyita tanaman ini, petugas gabungan dari Imigrasi Bogor dan Badan Karantina juga menahan empat warga Tiongkok, yakni pria berinisial F, Q, B, dan H.

 

Sementara itu, pertemuan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) dengan Kementerian Perdagangan sepakat mewujudkan transparansi stok beras dan menjaga stabilitas stok beras nasional. Ketua Umum Perpadi Sutarto Alomoeso mengemukanan, anggota Perpadi akan menyerahkan data gudang dan stok secara bertahap. (HEN/PIN)