Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Impor Kedelai Mencapai 2,26 Juta Ton

Tanggal: 3 May 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS — Meski program peningkatan produksi pangan terus dilakukan dengan anggaran besar, impor pangan Indonesia tetap besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, impor kedelai 2015 mencapai 2,26 juta ton. Impor jagung, beras, daging sapi, serta susu dan krim juga tinggi.

 

Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny A Kusbini, Senin (2/5), di Jakarta, menyatakan, kalau mengacu data BPS, produksi kedelai nasional meningkat. Di sisi lain, impor masih tinggi.

 

"Kondisi ini mengindikasikan, bisa saja produksi kedelai memang meningkat, tetapi konsumsi kedelai juga naik. Dan, pertumbuhan konsumsi kedelai lebih cepat daripada pertumbuhan produksi," katanya.

 

Menurut Benny, kalau ingin produksi kedelai naik, tidak bisa lagi tanaman kedelai hanya menjadi tanaman pelengkap sisa pertanaman padi atau jagung.

 

Untuk itu, harus ada lahan khusus yang didedikasikan untuk pengembangan tanaman kedelai nasional. Setidaknya bisa dikembangkan di tiga wilayah dalam skala luas.

 

Mengacu data BPS, impor kedelai 2015 mencapai 2,26 juta ton senilai 1,03 miliar dollar AS. Impor kedelai tersebut tercatat dengan kode HS 1201900000.

 

Begitu pula impor beras dengan kode HS 1006101000 sebanyak 1.413 ton senilai 4,25 juta dollar AS. Impor beras dengan kode HS 100630300 atau dalam bentuk beras ketan sebanyak 1.424 ton senilai 611.885 dollar AS.

 

Impor beras dengan kode HS 1006309100 sebanyak 505.309 ton senilai 200,73 juta dollar AS. Adapun impor beras patahan dengan kode HS 1006409000 sebesar 353.452 ton senilai 146,01 juta dollar AS.

 

Untuk jagung, impor jagung dengan kode HS 07104100000 dalam bentuk jagung manis 1.013 ton senilai 1,08 juta dollar AS. Impor jagung ini belum termasuk realisasi impor jagung untuk pakan ternak yang sekitar 2,5 juta ton.

 

Total volume impor untuk kedelai, jagung manis, serta beras khusus dan beras patahan mencapai 3,12 juta ton senilai 1,39 miliar dollar AS.

 

Data BPS lain menunjukkan, hanya sepanjang Februari 2016 impor daging sapi dengan tulang ataupun tanpa tulang, lidah sapi, edible offal, serta susu dan krim dengan total volume 41.793 ton senilai 106,25 juta dollar AS.

 

Data Kementerian Pertanian menunjukkan, realisasi impor beras Januari 2016 sebanyak 382.548 ton dan Februari 2016 sebanyak 298.375 ton.

 

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi-Kerbau Indonesia Teguh Boedyana mengatakan, manajemen produksi sapi/daging sapi yang tidak tepat tidak akan bisa mendorong peningkatan produksi daging sapi nasional.

 

Sudah waktunya peningkatan produksi sapi melibatkan rakyat. Peternak rakyat jangan hanya dibebani untuk pembibitan sapi yang tidak menguntungkan, tetapi juga bisa mendapat kesempatan untuk menggemukkan sapi bakalan impor. (MAS)