Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

ILMUWAN MEREKAYASA TANAMAN AGAR HEMAT AIR 25%; TAHAN KEKERINGAN

Tanggal : 14 March 2018

Pertanian merupakan pengguna teratas air tawar dunia, dan peningkatan populasi memberikan tekanan lebih besar pada sumber daya yang berharga ini. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan dari Amerika Serikat dan Inggris telah meningkatkan bagaimana tanaman menggunakan air sebanyak 25% tanpa mengorbankan hasil dengan mengubah ekspresi satu gen yang ditemukan di semua tanaman.

 

Penelitian merupakan bagian dari Realizing Increased Photosynthetic Efficiency (RIPE), sebuah proyek internasional yang dipimpin oleh Universitas Illnois. Tim dipimpin oleh Direktur Ripe Stephen Long meningkatkan kandungan protein fotosintesis (PsbS) untuk menghemat air dengan cara menipu tanaman untuk menutup sebagian stomata mereka. Ketika stomata terbuka, karbon dioksida memasuki tanaman untuk melakukan fotosintesis, tetapi air keluar melalui transpirasi. Konsentrasi karbon dioksida di atmosfer telah meningkat 25% dalam 70 tahun terakhir, memungkinkan tanaman mengumpulkan karbon dioksida yang cukup tanpa membuka seluruh stomata mereka.

 

Empat faktor memicu stomata untuk membuka dan menutup: kelembapan, kadar karbon dioksida dalam tanaman, kualitas cahaya, dan kuantitas cahaya. Penelitian ini merupakan laporan pertama meretas respon stomata terhadap kuantitas cahaya. PsbS adalah bagian kunci dari jalur persinyalan dalam tanaman yang menyampaikan informasi mengenai kuantitas cahaya. Dengan meningkatkan PsbS, sinyal mengatakan energi cahaya tidak cukup untuk fotosintesis tanaman, yang memicu stomata untuk menutup karena karbon dioksida tidak dibutuhkan untuk bahan bakar fotosintesis.

 

Untuk lebih lengkap, baca artikelnya di Carl R. Woese Institut for Genomic Biology https://www.igb.illinois.edu/article/scientists-engineer-crops-conserve-water-resist-drought.