Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

ILMUWAN KEMBANGKAN GANDUM TAHAN IKLIM YANG DAPAT BERTAHAN DALAM KONDISI KERING

Tanggal : 26 June 2019

Para ilmuwan dari Institute for Sustainable Food di Universitas Sheffield telah menemukan gandum roti rekayasa yang memiliki lebih sedikit stomata dalam daun mereka lebih mampu bertahan dalam kekeringan dan menggunakan air lebih efisien sambil mempertahankan hasil mereka.

 

Rata-rata, diperlukan lebih dari 1.800 liter air untuk menghasilkan satu kilogram gandum. Karena persediaan air menjadi semakin langka dalam menghadapi perubahan iklim, para petani perlu menghasilkan lebih banyak makanan untuk memberi makan populasi dunia yang terus bertambah.

 

Para ilmuwan menanam gandum dengan karbon dioksida lebih tinggi dan lebih sedikit air, kondisi yang mirip dengan yang diperkirakan di bawah gangguang iklim. Dibandingkan dengan gandum konvensional, tanaman rekayasa menggunakan lebih sedikit air dengan tetap mempertahankan fotosintesis dan hasil. Dalam penelitian terpisah, para ilmuwan dari Institut juga menemukan rekayasa tanaman yang memiliki lebih sedikit stomata tidak terlalu rentan terhadap penyakit. 

 

Untuk lebih lengkap, rilis media Institute for Sustainable Food https://www.sheffield.ac.uk/sustainable-food/research/stories/scientists-develop-climate-ready-wheat-can-survive-drought-conditions.