Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

IITA MULAI UJI LAPANGAN TERBATAS SINGKONG TRANSGENIK

Tanggal : 10 January 2018

International Institute of Tropical Agriculture (IITA), bekerja sama dengan ETH Zurich Plant Biotechnology Lab telah memulai lapangan uji terbatas singkong transgenik. Penelitian bertujuan untuk mengurangi kerusakan pati pada akar penyimpanan singkong setelah pemangkasan tunas, sebelum tanaman dipanen. Ini juga merupakan proses pengumpulan fakta untuk memperoleh pengetahuan mendasar mengenai metabolisme pati dalam akar penyimpanan dan tentang singkong sebagai tanaman pangan.

 

Singkong merupakan tanaman pangan penting di sub-Sahara Afrika serta wilayah tropis dan subtropis lainnya, tetapi petani singkong menghadapi kehilangan pasca panen pada level tinggi yang disebabkan oleh cepatnya kemerosotan akar yang kaya akan pati terjadi secara alami setelah panen. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi ini melalui budidaya tanaman singkong 60444 yang dihasilkan di ETH Zurich menggunakan RNAi untuk mengurangi kerusakan pati pada akar setelah pemangkasan tunas.

 

Izin CFT dikeluarkan oleh National Biosafety Management Agency sesuai dengan UU Badan Keamanan Hayati Nasional 2015, untuk periode 22 September 2017 sampai 31 Desember 2018. IITA mematuhi secara ketat standar keamanan hayati nasional dan internasional dan akan memastikan bahwa ini diberlakukan selama uji coba, yang akan dilakukan di dalam kampus IITA di Ibadan, Nigeria. Tanaman singkong dari lapangan uji terbatas tidak ditujukan untuk pasar maupun untuk pengembangan komersial, dan karena itu tidak untuk dikonsumsi. Dan menurut peraturan nasional, semua tanaman akan dihancurkan dalam lingkungan lapangan uji terbatas setelah analisis.

 

Selengkapnya baca di IITA News http://www.isaaa.org/kc/cropbiotechupdate/newsletter/The%20Internationalbulletin.iita.org/index.php/2017/12/28/iita-commences-confined-field-trials-transgenic-cassava/.