Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

ICRA: KONTROL HARGA DAN LISENSI WAJIB KAPAS BT MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN JANGKA PANJANG INDUSTRI BENIH RG

Tanggal : 15 June 2016

Investment Information and Credit Rating Agency (ICRA) India memperkirakan bahwa kontrol harga dan pedoman lisensi wajib untuk kapas Bt akan mempengaruhi pertumbuhan jangka panjang industri benih bioteknologi di negara ini. Hal ini tertuang dalam rilis terbaru ICRA mengenai Seeds Sector: Update on Trends and Outlook.

 

India adalah salah satu pengadopsi awal teknologi RG, bagaimanapun, hanya diperbolehkan menanam kapas Bt. Pada 2015, kapas Bt ditanam mencapai 95% dari total lahan yang ditujukan untuk kapas. Pemerintah India memutuskan untuk mengatur harga kapas dengan memperkenalkan Cottonseed Price (Control) Order 2015 untuk mengatur harga benih kapas Bt dan biaya sifat. Selanjutnya, pada bulan Mei 2016, pemerintah memperketat kontrol pada kapas Bt dengan meniadakan semua perjanjian lisensi yang aktif antara penyedia sifat dan perusahaan benih. Ini meletakkan norma-norma baru untuk lisensi yang memberikan hak setiap perusahaan benih untuk memasarkan produk dengan membayar biaya sebuah sifat yang diinginkan, yang jauh lebih rendah daripada biaya sifat yang berlaku sesuai dengan pengaturan lisensi. Saat ini, perintah tersebut berubah menjadi draft pemberitahuan untuk konsultasi publik.

 

Dengan kejadian saat ini, ICRA percaya bahwa kontrol harga seperti dalam Cottonseed Price (Control) Order of 2015 dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan jangka panjang industri benih RG. ICRA merekomendasikan penelitian dan pengembangan baru tanaman RG oleh masyarakat dan penyedia teknologi swasta, yang dapat mengarahkan pada persaingan yang sehat di pasar dan harga yang wajar.

 

Baca lebih lanjut dari ICRA http://www.icra.in/67654323.aspx?ck=pXKT5F8DI0y09YcCTjHl5ZoyuA4irn1XMUvRbEmAkRBQKECplVZmNCoJ3VCiLt2Xfnxc5w2uaDrqRY0uEKCoCw==.