Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

HINDARI GAGAL, PETANI PANEN LEBIH AWAL

Tanggal: 13 June 2012 | Sumber: KOMPAS | Penulis:

MADIUN, KOMPAS-Sejumlah petani di Kabupaten Madiun (Jawa Timur) dan Kabupaten Grobogan (Jawa Tengah) memanen padinya beberapa hari lebih awal dari usia panen normal. Hal ini dilakukan karena mereka tergiur harga gabah yang tinggi. Selain itu, petani juga khawatir serangan hama merebak yang bisa memicu gagal panen.

 

Dari pantauan di lapangan, Selasa (12/6), tampak petani memulai panen di Kecamatan Madiun, Kecamatan Balerejo, dan Kecamatan Jiwan. Padi yang dipanen masih berusia 75-80 hari. Idelanya, panen dilakukan saat usia 90-100 hari agar beras yang dihasilkan berkualitas baik.

 

"Mumpung harganya tinggi. Sekarang harga gabah kering panen di tingkat petani rata-rata Rp. 3.300 per kg. Daripada nanti diserang hama penggerek batang, ya lebih baik dipanen lebih awal," ujar Luworo (39), petani di Desa Gunuingsari, Kecamatan Balerejo, Madiun, Selasa.

 

Selain iming-iming harga gabah lebih tinggi, panen awal itu karena petani memerlukan uang dan juga kondisi cuaca yang tidak menentu pada musim tanam kemarau pertama 2012 ini. Hujan masih turun walaupun telah memasuki musim kemarau.

 

Kapala Perum Bulog Sub Divre Madiun Taufan Akib menyesalkan tindakan petani tersebut. Gabah yang dipanen sebelum cukup umur, kalau digiling, akan mudah hancur. Akibatnya, jumlah bulir patah menjadi banyak. Selain itu, beras yang dihasilkan berwarna putih seperti butiran kapur.

 

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Purwodadi, Godong dan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Harga GKP saat ini Rp 3.600 - Rp. 3.800 per kilogram. Padahal, harga saat panen musim tanam pertama sekitar Rp. 3.000 per kilogram. "dengan harga di atas Rp. 3.000 per kilogram, petani menikmati untung, lebih lagi panen raya belum berlangsung," ujar Sumarto, petani di Penawangan, Grobogan.

 

Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Edhie Sudaryanto mengaku panen hanya terjadi di lahan irigasi teknis. Kalau harga gabah lebih tinggi di pasaran, kebetulan luas areal tanaman padi yang panen pada musim tanam II 2012 lebih sedikit dibandingkan musim tanam I. 

 

Sementara itu, cadangan beras di Jateng, saat ini mencapai 2,3 juta ton. Stok itu mencukupi kebutuhan beras masyarakat hingga sembilan bulan ke depan. "Cadangan beras masih masih akan terus bertambah karena hingga saat ini masih banyak kabupaten yang menuai panen," ujar Kepala Bidang Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Emmy Hidayati.

 

Ketersediaan air untuk pertanian di wilayah pantura Tegal, Brebes, dan sekitarnya mulai berkurang, seiring dengan kemarau. Sawah-sawah tak lagi mendapatkan pengairan secara memadai sehingga petani terpaksa menggunakan pompa air.

 

Mujib (35), petani di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, mengatakan, saat ini ketersediaan air sudah tidak mencukupi. Sawah di wilayahnya yang masih mendapatkan air, hanya yang berada di pinggir sungai. Penggunaan pompa air itu membuat ongkos produksi yang ditanggung petani meningkat. (EGI/NIK/WHO/WIE).