Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

GLOBAL: PARA PENELITI TANAMAN PANGAN MENANGKAN “WORLD FOOD PRIZE”

Tanggal : 20 June 2013

Tiga ahli bioteknologi pertanian telah memenangkan World Food Prize 2013 (WFP). Salah satunya adalah Dr. Marc Van Montagu, Pendiri dan Ketua Institut Penelitian Tanaman Bioteknologi (IPBO) yang berbasis di Ghent, Belgia. Dia meneliti penyakit crown gall disease dan salah satu penemu tanaman yang menginduksi tumor mikroba tanah (Agrobacterium tumefaciens) yang membawa molekul DNA melingkar yang diberi nama "Ti plasmid". Kemudian, Montagu dan Mary-Del Chilton, pemenang nobel WFP 2013, menemukan bahwa sebagian dari plasmid akan disalin dan dipindahkan ke dalam genom sel tanaman yang terinfeksi.

 

Mary-Del Chilton, Pendiri dan Peneliti dari Syngenta Biotechnology, Inc, beserta timnya meneliti mekanisme Agrobacterium untuk mengembangkan tanaman tembakau transgenik pertama. Karyanya memberikan bukti bahwa genom tanaman dapat dimodifikasi dengan cara yang lebih akurat daripada menggunakan pemuliaan tanaman konvensional.

 

Nobel lainnya adalah Dr Robert T. Fraley, Wakil Presiden Eksekutif  dan Wakil Kepala Divisi Teknologi Monsanto. Tim peneliti Fraley menghasilkan tanaman transgenik pertama dengan menggunakan proses transformasi Agrobacterium. Fraley juga adalah orang kunci dalam pengenalan kedelai rekayasa genetika yang toleran herbisida. Dia telah memperjuangkan bioteknologi agar dapat diakses oleh petani kecil.

 

Baca siaran persnya di http://www.worldfoodprize.org/en/laureates/2013_laureates/