Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

GLOBAL: KONFERENSI INTERNASIONAL MENGENAI ADOPSI TANAMAN BIOTEK DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG

Tanggal : 3 April 2013

Sebuah konferensi internasional memaparkan hasil sebuah penelitian yang berjudul “Adopsi Tanaman Biotek oleh Para Petani Asia Skala Kecil dan Bersumberdaya Terbatas di Cina, India, dan Filipina” dan implikasinya terhadap adopsi bioteknologi secara khusus di negara-negara berkembang yang diadakan di Hotel Hyatt, Manila, Filipina pada tanggal 2 April dan 3 Mei 2013. Konferensi ini deselenggarakan oleh John Templeton Foundation, International Service for the Acquisition of Agri-biotech Application (ISAAA), the Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA), the National Academy of Science and Technology ( Nast Filipina) dan the Agricultural Biotechnology Support Project II (ABSPII).

Dr Randy Hautea, Direktur ISAAA Asia Tenggara, mempresentasikan status global adopsi tanaman biotek. Dr Frank Shotkoski, Direktur ABSP II, membahas gambaran pengembangan produk biotek pada sektor publik. Peneliti-peneliti utama dari tiga negara yaitu: Dr Wang Xiaobing dan Dr Cheng Xiang dari Cina, Dr Cleofe Torres dari Filipina, dan Dr Charudata Mayee dan Dr Ashok Dhawan dari India, bersama-sama dengan beberapa petani tanaman biotek terpilih membahas pokok-pokok hasil penelitian dan membagi pengalaman dalam mengembangkan jagung biotek (di Filipina) dan kapas Bt (di Cina dan India). Di ke-tiga negara tersebut, perusahaan-perusahaan agen benih, para petani, dan petugas pertanian dari pemerintahan memainkan peranan penting dalam adopsi tanaman biotek. Para petani yang progresif terhadap biotek dari tiga negara tersebut juga berbagi pengalamannya dalam menanam tanaman biotek.

Para peneliti membahas dinamika biotek tanaman adopsi di Cina, India, dan Filipina dengan mengidentifikasi adoptors teknologi, faktor kunci yang mempengaruhi adopsi mereka, dan perubahan signifikan yang dibawa oleh budidaya tanaman biotek dalam kehidupan petani.

Dr Javier Verástegui, Anggota Dewan Assosiasi PeruBiotech, dan Dr Margaret Karembu, Direktur AfriCenter ISAAA di Kenya, membagi pengalaman Asia dalam menanam tanaman biotek dan memberikan pandangan dari perspektif negara-negara berkembang lainnya. Diskusi terbuka juga dilaksanakan untuk mengumpulkan rekomendasi-rekomendasi terhadap kebijakan untuk meningkatkan adopsi bioteknologi di negara berkembang.

Peserta konferensi adalah para pemangku kepentingan di bidang pertanian yang diwakili oleh pembuat kebijakan, ilmuwan dan peneliti, praktisi media, penyuluh, dan petani dari negara-negara berkembang.

Untuk informasi lebih lanjut tentang konferensi, silahkan email ke knowledge.center @ isaaa.org