Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

GENOM UNGKAP BAGAIMANA ALMOND DARI MEMATIKAN MENJADI ENAK

Tanggal : 20 June 2019

Satu tim peneliti internaisonal dari Spanyol, Swiss, Denmark, dan Italia telah menyusun genom almond lengkap pertama. Urutan mewakili hampir 95 persen gen, atau hampir 28.000 gen dan sekitar 246 juta pasangan basa. Proyek penyusunan ini berusaha untuk menemukan perbedaan genetik antara almond pahit dan manis.

 

Almond yang diproduksi saat ini manis, enak, dan aman untuk dimakan, tetapi biasanya tidak demikian. Beberapa tahun lalu, almond pahit dan beracun. Dalam tulisan-tulisan Yunani awal, para pemulia memasukkan potongan pinus ke batang pohon almond, menghasilkan buah yang lebih manis. Sekarang dipercaya bahwa membuat pohon stres, mencegah mereka menghasilkan amygdalin, racun yang bertanggung jawab atas rasa pahit.

 

Seiring waktu, petani membiakkan pohon almond untuk menghasilkan biji yang enak. Penelitian mengungkapkan bagaimana mutasi genetika “mematikan” kemampuan almond untuk membuat senyawa beracun ratusan tahun yang lalu. Amygladin memberi biji almond liar pahit dan beracun. Ketika dicerna, amygladin terurai menjadi beberapa senyawa kimia, termasuk benzaldehida, yang memberi rasa pahit, dan sianida, yang merupakan racun mematikan. Tim menemukan bahwa protein yang disebut bHLH2 dalam pohon almond liar mengikat dua gen,  mendesak produksi amygdalin. Dalam varietas domestik manis, ada versi mutasi dari bHLH2 yang tidak mampu berikatan dengan gen, sehingga produksi amygdalin tidak terjadi.

 

Untuk lebih lengkap, baca rilis beritanya dari Scientific American https://www.scientificamerican.com/article/the-bitter-truth-scientists-sequence-the-almond-genome/ dan NPR https://www.npr.org/sections/thesalt/2019/06/13/732160949/how-almonds-went-from-deadly-to-delicious.