Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

EROPA: ULASAN EFSA TERHADAP PENELITIAN SERALINI TENTANG JAGUNG BIOTEK

Tanggal : 10 October 2012

Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) merilis hasil kajian mereka terhadap hasil studi Prof Gilles-Eric Seralini, seorang ahli biologi molekuler di Universitas Caen, yang melakukan penelitian tentang potensi toksisitas jagung biotek NK603 dan herbisida glyphosate. Tinjauan awal EFSA meliputi kajian dari berbagai multi-disiplin dan menguraikan permasalahan yang terdapat pada penelitian tersebut, yaitu:
  • Tikus yang digunakan dalam penelitian ini termasuk golongan yang rentan tumbuh tumor dalam siklus hidup mereka, sehingga perkembangan tumor dalam tikus tersebut adalah alami, terlepas dari perlakuan/uji apapun yang diberikan.
  • Tidak terdapat ukuran sampel kontrol yang jelas.
  • Penelitian ini tidak mengikuti protokol OECD (Organisasi Pengembangan dan Kerjasama Ekonomi), yang mana diperlukan setidaknya 50 tikus per perlakuan, sedangkan Seralini hanya menggunakan 10 tikus per perlakuan.
  • Makalah ini tidak menyatakan tujuan apapun dan tidak menyajikan desain penelitian, ukuran sampel, dan metode statistik yang digunakan.
  • Komposisi makanan yang diberikan kepada tikus tidak disebutkan dalam laporan tersebut.
Dengan permasalahan-permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, EFSA tidak menganggap kesimpulan Seralini sah secara ilmiah dan tidak melihat diperlukannya penilaian kembali NK603 dan penilaian glifosat secara berkelanjutan. EFSA merilis sebuah surat untuk Seralini dan tim meminta dokumentasi lengkap untuk memperjelas klaim mereka.