Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

EKSPRESI BERLEBIH GEB TOMAT DAMPAK SIFAT AGRONOMIK MELALUI REGULASI GIBERELIN DAN AUKSIN HOMEOSTATIS

Tanggal : 9 November 2016

Dalam Arabidopsis, modul miR171-GRAS dikenal sebagai pemain kunci pada pemeliharaan meristem. Namun, perannya dalam tomat (Solanum lycopersicum) masih belum diketahui. Untuk mempelajari ini, para peneliti Universitas Shongqing, dipimpin oleh Wei Huang, menghasilkan tiga tipe tanaman tomat transgenik: tanaman dengan kurang mengekspresikan SIGRAS24, tanaman dengan ekspresi berlebih SIGRAS24, dan tanaman dengan ekpresi berlebih Sly-miR171

 

Tanaman dengan ekspresi berlebih SIGRAS24 (SIGRAS24-OE) mempunyai fenotip pleiotropic yang berasosiasi dengan beberapa sifat agronomi termasuk tinggi tanaman, waktu berbunga, arsitektur daun, jumlah cabang lateral, panjang akar, fruit set dan pengembangan. Gen yang berhubungan dengan GA/auksin dalan pembibitan SIGRAS24-OE juga menurunkan regulasi dan telah merubah respon terhadap asam asetat indole atau aplikasi asam giberelat. Selama bunga mekar, analisis transkriptom mengubah ekspresi gen yang terlibat dalam pengambangan serbuk sari dan pemberian sinyal hormon, mengarahkan pada kompromi set buah dan pengembangan.

 

Hasil ini menunjukkan bahwa SIGRAS24 berperan dalam proses perkembangan melalui modulasi giberelin dan sinyal auksin.

 

Untuk informasi lebih lanjut, baca makalah lengkapnya di Plant Biotechnology Journal http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/pbi.12646/full.