Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

DNA CENDAWAN PISANG TERUNGKAP; TEMUAN ARAHKAN PADA PISANG YANG LEBIH KERAS

Tanggal : 17 August 2016

 

Para peneliti dari University of California Davis dan Wageningen Ur telah menemukan DNA Pseudocercospora fijiensis, cendawan yang menyebabkan penyakit Sigatoka hitam pada pisang secara global.

 

Tiga penyakit cendawan Sigatoka komples – Sigatoka kuning (P. Musae), bercak daun eunmusae (P. eumusae) dan Sigatoka hitam (P. figiensis) – muncul sebagai patogen perusak abad terakhir ini. Bercak daun eunmusae dan Sigatoka hitam merupakan penyakit paling perusak saat ini, dengan Sigatoka hitam menjadi kendala terbesar untuk produksi pisang di seluruh dunia. Para petani perlu menggunakan fungisida setidaknya lima puluh kali per tahun untuk mengendalikan penyakit ini.

 

Ahli patologi tanaman UC Davis Ioannis Stergiopoulos dan rekannya menyusun genom bercak daun eunmusae dan Sigatoka hitam, dan membandingkan temuan mereka dengan susunan genom Sigatoka kuning yang ditemukan sebelumnya. Mereka menemukan bahwa Kompleks Sigatoka telah mematikan tanaman pisang tidak hanya dengan mematikan sistem imun tanaman, tetapi juga mengadaptasi metabolisme agar sesuai dengan tanaman induk. Akibatnya, serangan jamur dapat memproduksi enzim yang dapat memecah dinding sel tanaman, yang memungkinkan jamur untuk mengambil gula dan karbohidrat lainnya dari tanaman.

 

Informasi yang lebih lengkap, baca rilis berita di situs UC Davis https://www.ucdavis.edu/news/genome-sequencing-may-help-avert-banana-armageddon.