Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Desakan Penggunaan Bibit Berbasis Bioteknologi Terus Mengemuka

Tanggal: 9 November 2015 | Sumber: bisnis.com | Penulis: Miftahul Ulum

Bisnis.com, BOYOLALI—Desakan pelepasan izin produk pertanian berbasis bioteknologi di Indonesia menguat terutama dikaitkan dengan ambisi pemerintah mencapai swasembada pangan.

 

Dosen Institut Pertanian Bogor Parulian Hutagaol mengatakan pemanfaatan teknologi pertanian terkini, salah satunya bioteknologi, dirasa bisa menjadi jalan keluar untuk meningkatkan pendapatan petani di Indonesia.

 

"Disamping Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa juga sudah mulai mengaplikasikan bioteknologi di bidang pertanian," jelasnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Senin (9/11/2015).

 

Parulian dan wacana bioteknologi mengemuka dalam Rembug Nasional Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Boyolali, Sabtu (7/11/2015).

 

Menurut Parulian disamping Amerika Serikat beberapa negara di Eropa juga sudah mulai mengaplikasikan bioteknologi di bidang pertanian. Oleh karenanya, isu lingkungan bukan lagi jadi masalah karena negara maju pun juga sudah mau mengadopsi bioteknologi.

 

Selain itu, kata dia, ratifikasi Protokol Cartagena yang dilakukan berbagai negara termasuk Indonesia juga meningkatkan keamanan produk pertanian berbasis bioteknologi.

 

Protokol Cartagena merupakan pelaksanaan lebih lanjut dari konvensi tentang keanekaragaman hayati (Protocol Cartagena on Biosafety). Protokol ini bertujuan untuk menjamin tingkat perlindungan dalam hal perpindahan, penanganan dan pemanfaatan yang aman dari organisme hasil modifikasi genetik (OHMG).

 

Menilik kesuksesan penerapan bioteknologi di beberapa negara berkembang, Parulian mengatakan penerapannya di Indonesia harusnya bisa dipercepat untuk mewujudkan swasembada pangan seperti yang dicita-citakan pemerintahan Presiden Jokowi.

 

Ketua Umum KTNA, Winarno Tohir, mengatakan penerapan teknologi terbaru dalam dunia pertanian khususnya bioteknologi, menjadi kebutuhan utama untuk mengatasi permasalahan di dunia pertanian Indonesia.

 

Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia, Herry Kristanto, menambahkan sebagai produsen benih hibrida, pihaknya terus mendukung pemerintah untuk meningkatkan produktifitas pertanian.

 

“Bagaimanapun kita terus mendukung pemerintah, bukan hanya untuk mewujudkan swasembada, tapi bagaimana Indonesia bisa jadi eksportir hasil pertanian khususnya jagung. Karena itu, kamijuga mendorong penggunaan benih-benih unggul pertanian seperti benih jagung hibrida,” paparnya.