Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

BUMN Bisa Garap Pertanian di Papua

Tanggal: 7 May 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS — Badan usaha milik negara diharapkan dapat menggarap lahan pertanian, terutama tanaman padi, di Papua melalui kerja sama dengan swasta atau BUMN lain. Dengan menggarap sektor pertanian di luar Jawa, BUMN dapat berkontribusi mengurangi tingkat kemiskinan.

 

Hal itu disampaikan Deputi Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro di Jakarta, Jumat (6/5). Menurut Wahyu, Menteri BUMN Rini Soemarno menugaskan para deputi untuk mengidentifikasi 10 kabupaten untuk bekerja sama dengan BUMN dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Misalnya, di Kabupaten Merauke, Mentawai, Wonosobo, Banyuwangi, Luwu, dan Kepulauan Banggai.

 

Wahyu mencontohkan, di Merauke, Papua, perusahaan swasta sudah mengembangkan lahan tanaman padi di area seluas 341 hektar. "Tahun 2014, saat produksi perdana, produktivitas baru sebanyak 1,5 ton per hektar," katanya.

 

Karena itu, lanjut Wahyu, BUMN, seperti Perum Bulog, dapat bekerja sama dengan perusahaan swasta itu atau kelompok-kelompok petani untuk membeli gabah dan menjual padi kepada masyarakat. Dengan demikian, Perum Bulog dapat menjual beras di Papua atau di wilayah Indonesia bagian timur.

 

Selain Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia juga dapat ikut mengembangkan lahan tanaman padi di Papua. "Di sana juga ada lahan tanaman padi yang ditinggalkan seluas 600 hektar. Itu bisa direvitalisasi. Kalau potensi lahan bisa mencapai 9.000 hektar," kata Wahyu.

 

Akan tetapi, menurut Wahyu, tantangan upaya ini memang tidak ringan. Selain akses jalan yang belum baik, infrastruktur pengairan, seperti bendungan dan saluran irigasi, juga belum ada. "Selama ini, sawah mengandalkan air hujan," katanya.

 

Pupuk, masalah distribusi, dan tenaga kerja juga masih menjadi kendala. "Perlu ada mekanisasi juga. Petani atau pekerja masih terbatas," kata Wahyu. Karena itu, diperlukan peran banyak pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, maupun pihak swasta.

 

Secara terpisah, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Wahyu Suparyono mengakui, banyak potensi lahan di Papua yang bisa dikembangkan menjadi lahan tanaman padi. "Kalau sinergi BUMN bisa dilakukan, penguatan pangan bisa juga direalisasikan," katanya.

 

Menurut Wahyu, saat ini Perum Bulog di Papua sudah menyerap gabah hasil panen di Merauke meskipun jumlahnya masih kecil, yaitu 10 ton. Namun, ke depan, penyerapan itu bisa ditingkatkan. Secara nasional, saat ini Perum Bulog sudah menyerap gabah petani sebanyak 933.000 ton.

 

 

Wahyu menambahkan, untuk mengembangkan lahan tanaman padi di Merauke, dibutuhkan sinergi kuat antara BUMN dan kerja sama pemerintah daerah serta swasta. "Sinergi BUMN yang bisa dilakukan, misalnya, antara Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, PT Sang Hyang Seri, dan PT Pertani," katanya. (FER)