Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Bulog Berharap Perpres Segera Diterbitkan

Tanggal: 20 February 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS — Perum Bulog berharap peraturan presiden terkait penugasan kepada Bulog segera diterbitkan. Bulog bertugas menjaga stabilitas pasokan dan harga tiga komoditas strategis, yakni beras, jagung, dan kedelai.

 

Melalui peraturan presiden (perpres), Bulog mendapat kepastian untuk mengeksekusi rencana yang telah dibuat. Selain itu, Bulog bisa membuat perencanaan lain yang lebih matang.

 

Hal itu disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, di Jakarta, Jumat (19/2). "Kami berharap perpres dapat segera dikeluarkan agar pengadaan tidak ragu-ragu. Mau mengeksekusi rencana, tidak terlalu sulit. Ada kepastian," kata Djarot.

 

Dengan penugasan itu, lanjut Djarot, Bulog dapat menyerap beras, jagung, dan kedelai dari petani, termasuk mengimpor jika terjadi kekurangan stok. Selain tiga komoditas itu, dalam menjaga stabilitas stok dan harga, kementerian terkait dapat meminta Kementerian BUMN untuk menugaskan BUMN lain, termasuk Bulog.

 

"Bulog siap menjalankan penugasan itu jika perpres sudah dikeluarkan. Kalau tahap ini sukses, mungkin bisa dikembangkan lagi," ujar Djarot.

 

Terkait kemampuan finansial dalam pengadaan tersebut, Bulog dapat bekerja sama dengan BUMN lain atau pihak swasta sehingga pengadaan bisa lebih efisien. Selama ini, Bulog juga mendapat pembiayaan dari BRI, Bukopin, dan BNI.

 

Deputi Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengungkapkan, Bulog belum mendapat penugasan untuk delapan komoditas strategis lain. Sebab, hal ini terkait dengan konsekuensi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari skema penjaminan. Konsekuensi ini belum dihitung. Delapan komoditas strategis lain itu adalah gula, minyak goreng, terigu, bawang merah, dan cabai, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam.

 

Kemampuan finansial Bulog juga perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, Bulog diusulkan untuk lebih fokus kepada tiga komoditas strategis tersebut.

 

Djarot menambahkan, kebutuhan finansial untuk menjaga stabilitas stok dan harga komoditas memang tidak kecil. Dicontohkan, kebutuhan jagung untuk pakan per bulan mencapai 800.000 ton. Untuk keperluan stok 1,5 bulan, setidaknya diperlukan pengadaan 1,2 juta ton. Dengan harga jagung rata-rata Rp 3.000 per kilogram, dana yang dibutuhkan Rp 3,6 triliun.

 

Untuk beras, dibutuhkan stok 3 juta ton. Dengan harga Rp 7.000 per kilogram, diperlukan dana sekitar Rp 21 triliun. Adapun kedelai, perlu Rp 2,4 triliun guna memenuhi stok 200.000 ton untuk dua bulan. (FER)