Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

BROOKES SAMPAIKAN DAMPAK GLOBAL TANAMAN BIOTEK (1996-2015) KEPADA PARA PEMANGKU KEPENTINGAN INDONESIA

Tanggal : 20 September 2017

Selama 20 tahun terakhir, bioteknologi tanaman telah mengurangi secara signifikan dampak lingkungan pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi di 26 negara di mana teknologi tersebut digunakan. Teknologi pertanian yang inovatif telah berkontribusi dalam melestarikan sumber daya alam bumi sambil membiarkan petani menanam lebih banyak, tanaman berkualitas tinggi. Ini juga membantu meringankan kemiskinan sebesar 16,5 juta, kebanyakan petani kecil, di negara-negara berkembang. Hal ini diteruskan oleh Graham Brookes, direktur PG Economics, Inggris dalam sebuah talkshow untuk para praktisi media dan seminar pada tanggal 11-12 September 2017 di Hotel Arya Duta, Jakarta, Indonesia.

 

Brookes menyampaikan laporan mengenai Global Impact of Biotech Crops: Economic and Environmental Effects 1996-2015. Dia menyebutkan bahwa pada tahun 2015, petani di negara-negara berkembang menerima US$5,15 untuk setiap dolar tambahan yang diinvestasikan dalam bibit tanaman biotek, sedangkan petani di negara maju menerima US$2,76 untuk setiap dolar tambahan yang diinvestasikan dalam bibit tanaman biotek.

 

Ms. Ignatia Maria Honggowati dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berbicara tentang Roadmap Penggunaan dan Pengembangan Produk Rekayasa Genetika; Prof. Dr. Bambang Purwantara dari Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC) mempresentasikan Global Status of Commercialized Biotech/GM Crops: 2016; sementara Prof. Dr. Bustanul Arifin dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) berbicara tentang Prospek Produk Biotek Ditinjau dari Dampak Ekonomi Bagi Indonesia; dan Peranan Bioteknologi untuk Mendukung Keamanan Pangan Indonesia: Potensi dalam Meningkatkan Produksi Jagung.

 

Sekitar 100 peserta dari Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, perwakilan Komisi Keamanan Hayati dan Tim Teknis, praktisi media dan sektor swasta menghadiri acara dua hari tersebut. Acara ini dilakukan dengan upaya kolaborasi antara IndoBIC dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan dukungan dari Croplife Indonesia, SEAMEO BIOTROP, dan International Services for the Acquisition of Agri-Biotech Applications  (ISAAA).

 

 

Untuk lebih lengkap, hubungi Dewi Suryani di catleyavanda@gmail.com