Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

BIOTEKNOLOGI SEBAGAI BASIS INDUSTRI MASA DEPAN

Tanggal : 21 July 2012 | Sumber : BERITA UMM

Pusat Pengembangan Bioteknologi UMM menyelenggarakan seminar bioteknologi internasional dan konggres Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) ke-5 yang akan digelar Selasa – Jumat (27 – 30/07) mendatang. Kegiatan seminar akan diselenggarakan di Theater Dome dan kongres bertempat di hall Ahmad Dahlan UMM Inn yang sekaligus sebagai tempat penginapan peserta.

Dr. Ir. Aris Winaya, MM., M.Si., selaku koordinator acara menerangkan bahwa kegiatan terdiri dari seminar, kongres Konsorsium Bioteknologi  Indonesia (KBI) ke-5, workshop dan lomba poster. Kegiatan akan dibuka langsung oleh  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, M. Hatta Rajasa.

Seminar menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri: satu pembicara masing-masing dari Amerika, Belanda, Australia, dan Thailand serta dua pembicara asal Filipina. Sedang pembicara dalam negeri berasal dari LIPI, Komisi bioetika nasional (KBN), dan Stamcell and Cancer Institute. “Saat ini bisa dipastikan bahwa akan hadir menteri Riset dan Teknologi sebagai keynote speeker”, ungkap Aris menambahkan.

Mengangkat tema “Biotechnology : Breakthrough for the future of industrial challenges in developing countries”, seminar tersebut diarahkan sebagai wahana untuk menyebar luaskan hasil riset, baik dari dosen  - dosen di dalam maupun di luar UMM. “Selain itu, diharapkan pula terjalin kerjasama antar institusi baik di dalam Indonesia bahkan sampai ke luar negeri”, terang pria yang juga menjabat sekretaris pusat pengembangan Bioteknologi UMM.

Peserta yang sudah tercatat sebanyak170 orang. Sebanyak  155 orang sebagai peserta aktif atau sebagai penyaji makalah dan 15 orang sebagai peserta pasif. Sedangkan dari luar negeri, tercatat peserta dari Korea, Bangladesh, Belanda dan Kenya. Disamping itu, mahasiswa ACICIS dilibatkan sebagai perwakilan dari Australia.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan perjalan wisata ke Bromo, lumpur Lapindo dan kebun raya Purwodadi. “Alasan pemilihan ketiga tempat itu karena masing – masing tempat memiliki keterwakilan. Seperti Bromo tentang keindahan alam dan budaya, lumpur Lapindo sebagai contoh kerusakan alam dan di kebun raya banyak tersedia sumber daya generik flora dan fauna”, ungkap Aris menambahkan. Sehingga dengan adanya acara tersebut, peserta diajak untuk melakukan gerakan penyadaran dalam perannya menjaga lingkungan. rwp/jss