Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

ASURANSI AGROKULTUR-Pemeritah Perlu Siapkan Sistem

Tanggal: 25 August 2017 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

DENPASAR, KOMPAS - Intervensi pemerintah dibutuhkan untuk menjaga keamanan pangan, salah satunya melalui fasilitas asuransi agrokultur. Pemerintah perlu menyiapkan sistem yang menjamin asuransi agrokultur konsisten dan berkelanjutan.

 

Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) Bayu Krisnamurthi mengatakan, pemerintah sudah menerapkan intervensi untuk menjaga produksi agrokultur dan ketahanan pangan antara lain melalui fasilitas asuransi pertanian.

 

"Kami mendapat kesan bahwa usaha itu intervensi besar di sektor pertanian, ada dukungan langsung ke petani di samping subsidi," kata Bayu pada Konferensi Internasional dan Kongres Perhepi 2017 di Denpasar, Bali, Kamis (24/8).

 

Dengan mengikuti asuransi pertanian, petani mendapat jaminan penggantian biaya produksi jika terjadi gagal panen. Melalui skema fasilitas asuransi pertanian, pemerintah memberikan subsidi bantuan presmi asuransi yang dibayar petani.

 

Bayu mengatakan, asuransi agrokultur sangat diperlukan dan penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Bayu mencontohkan asuransi pertanian yang dijalankan petani dan pemerintah di Jepang sejak 1947. "Skema asuransi pertanian di Jepang kini sudah berjalan sekitar 70 tahun. Mereka terus memperbaiki sistemnya agar petani tetap terjamin meskipun pemerintahnya berganti," kata Bayu.

 

Profesor emeritus di Tohoku University, Jepang, Hitoshi Yonekura, mengatakan, dalam sistem asuransi pertanian di Jepang, petani sudah terlibat sejak awal karena asuransi pertanian dikelola koperasi petani. "Koperasi primer petani mengelola asuransi di daerah. Selanjutnya, koperasi primer daerah itu bergabung menjadi federasi di tingkat prefektur sampai ke tingkat nasional," kata Yonekura. Ia menjadi pembicara utama dalam Konferensi Internasional dan Kongres Perhepi di Bali.

 

Dengan tiga rantai arsitektur asuransi pertanian di Jepang itu, menurut Yonekura, sistem asuransi cukup lengkap. Selain itu, ada jaminan dari pemerintah sehingga petani merasa aman mengikuti asuransi pertanian.

 

Menurut Yonekura, sistem asuransi pertanian juga memberikan akses bagi petani untuk memanfaatkan pinjaman modal dari bank. Dengan demikian, petani dapat berproduksi meski mereka mengalami kegagalan akibat terdampak bencana alam ataupun perubahan iklim.

 

Permbicara utama lain, Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Bidang Manajemen Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan, Bambang Susantono mengatakan, perubahan iklim berdampak terhadap produk produktivitas pertanian. Terkait dengan hal itu, menurut Bambang, perlu disiapkan sistem dan infrastruktur agrokultur yang berkelanjutan. (COK)