Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

ANGGOTA PARLEMEN (MPS) KENYA UNGKAPKAN KETIDAKSETUJUAN TERHADAP RUU UNI EROPA TENTANG TANAMAN RG

Tanggal : 1 June 2016

Members of the Parliament (MPs) di Kenya menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap RUU Uni Eropa mendesak negara anggota Group of 8 (G8) tidak mendukung tanaman biotek di Afrika. RUU Uni Eropa ditulis dan disponsori oleh Komite Pembangunan.

 

"Ini sangat buruk dan kelihatannya seperti dimaksudkan untuk membuat Afrika tetap dalam pertanian subsisten," ujar anggota parlemen John Serut dari komite pertanian. Anggota parlemen Kenya dan ahli bioteknologi menekankan bahwa ketika RUU diberlakukan menjadi UU, sebagian besar Afrika mendasarkan penelitian dan pengembangan untuk tanaman RG akan dihentikan.

 

"Alih-alih kelompok Uni Eropa tidak mendanai penelitian di Afrika, mereka memberlakukan undang-undang yang membujuk negara lain untuk menarik dana untuk pembangunan daerah tanaman RG. Selain Amerika Serikat, banyak negara di seluruh dunia telah meningkatkan areal tanaman RG mereka," ujar Joel Ochieng, Sekretaris Jenderal Kenya University Biotechnology Consortium. Dengan demikian, Ochieng meminta dukungan dari para pembuat kebijakan Kenya untuk mengirimkan surat protes resmi kepada Parlemen Uni Eropa.

 

Baca lebih lanjut dari iEthopia http://iethiopia.org/blog/2016/05/mps-oppose-an-eu-parliament-proposed-draft-bill-on/ dan The Star http://www.the-star.co.ke/news/2016/05/28/mps-oppose-an-eu-parliament-proposed-draft-bill-on-gm-crops_c1358906.