Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

AMERIKA: PENELITI DI IOWA STATE UNIVERSITY TERIMA HIBAH UNTUK TINGKATKAN KETAHANAN KEDELAI TERHADAP SUDDEN DEATH SYNDROME

Tanggal : 13 February 2013

Para peneliti di Iowa State University (ISU) menerima hibah lima tahun sebesar US $ 5 juta dari Lembaga Nasional Pangan dan Pertanian-USDA untuk meningkatkan ketahanan genetik kedelai terhadap sindrom kematian mendadak (sudden death syndrome), penyakit serius yang menyebabkan petani kehilangan jutaan tanaman. Ahli agronomi ISU Madan Bhattacharyya, yang telah mempelajari sindrom kematian mendadak (sudden death syndrome) sejak tahun 2003 akan memimpin penelitian ini.

Sindrom kematian mendadak (sudden death syndrome) pertama kali muncul di Arkansas pada tahun 1971, disebabkan oleh jamur Fusarium yang menginfeksi akar kedelai. Bhattacharyya mengatakan, "Penyakit ini menghancurkan tanaman keseluruhan karena infeksi berawal dari akar tanaman dan akan tetap tinggal pada akar yang terinfeksi tersebut. Ketika gejala-gejala penyakit tampak pada bagian daun, sudah terlambat untuk penanganan dan tidak ada fungisida yang efektif untuk mengendalikan penyakit ini." Kelompok peneliti ini telah mengidentifikasi protein kecil yang diproduksi oleh patogen di akar penyebab sindrom kematian mendadak (sudden death syndrome) pada kedelai.

Baca lebih lanjut mengenai penelitian ini  di  http://www.news.iastate.edu/news/2013/02/07/soybeansd