Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Akses Lahan Menjadi Kendala Orang Muda

Tanggal: 27 April 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS — Kesulitan mengakses sumber daya lahan pertanian menjadi kendala utama pengembangan perta-nian Indonesia oleh anak-anak muda. Soal pasar dan teknis budidaya, mereka tidak perlu diragukan.

 

Yasinta Lady Eka Verlia (30), warga BSD, Kota Tangerang Selatan, mulai merintis usaha budidaya sayur bayam dan kangkung tahun lalu, dengan memanfaatkan lahan kosong yang tengah bersengketa. "Saya langsung pasok ke restoran-restoran," ujarnya, Selasa (26/4), di Tangerang Selatan.

 

Usahanya sementara terhenti karena lahan mau digunakan untuk membangun apartemen. "Saya sedang mencari lahan baru, melakukan pendekatan ke perorangan atau lembaga," katanya.

 

Yasinta memimpikan lahan yang luas. Ia siap bertaruh di usaha budidaya pertanian. Pasar sudah tersedia dan permintaan datang terus setiap saat.

 

"Kalau pemerintah mau memfasilitasi lahan dengan sistem sewa yang lunak, saya akan menyambut dengan senang hati," ujarnya. Apalagi kalau bisa memanfaatkan lahan-lahan hak guna usaha (HGU) yang telantar atau yang belum termanfaatkan.

 

Yasinta menolak apabila dikatakan orang-orang muda tidak tertarik dalam bisnis pertanian. Mereka pasti tertarik. Hanya belum paham atau akses ke sana ditutup. Saatnya orang-orang muda masuk dalam bisnis pertanian. Bisnis pertanian sangat dinamis, butuh orang-orang yang energik, bisa cepat merespons perubahan, dan selalu pandai memanfaatkan peluang.

 

Dedi Pamudji, petani muda lain di Purbalingga, Jawa Tengah, mengatakan, keterbatasan lahan memang menjadi permasalahan pengembangan pertanian skala luas oleh orang-orang muda.

 

"Modal tidak menjadi masalah. Kalau saja ada lahan sampai 1.000 hektar, saya siap mengembangkan karena ada sponsor pendanaan juga dengan sistem bagi hasil," katanya.

 

Petani muda sangat antusias kalau bisa difasilitasi pemerintah untuk mendapatkan lahan budidaya pertanian yang luas.

 

Oesman, petani lainnya di Pekanbaru, Riau, mengatakan, dukungan pemerintah sangat diperlukan orang-orang muda yang terjun dalam bidang pertanian, terutama dalam memperoleh akses lahan yang lebih luas.

 

Dia menyambut gembira seandainya pemerintah juga membuka kesempatan kepada para petani muda untuk bisa mendapatkan lahan HGU dalam jangka panjang dan nilai sewa yang rasional.

 

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Teguh Boediyana mengatakan, tidak hanya di usaha budidaya tanaman pangan dan perkebunan, orang- orang muda juga banyak yang mulai terjun dalam budidaya ternak sapi. (MAS)