Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

AHLI BIOLOGI JELASKAN ASAL USUL GENETIKA DARI SAFFRON CROCUS

Tanggal : 20 March 2019

Saffron crocus (Crocus sativus) merupakan sumber rempah-rempah paling mahal di dunia, dengan harga yang terus meningkat hingga 30.000 euro per kilogram. Rempah-rempah ini memiliki aroma yang berasal dari apocarotenoid Safranal yang dihasilkan dari stigma yang dipanen secara manual, tetapi, meskipun penting secara ekonomi, genom dan kromosomnya masih minim dipelajari.

 

Para peneliti dari Technische Universität Dresden (TUD) menemukan bahwa saffron crocus adalah spesies hibrida triploid, steril, tidak dapat dibudidaya. Meskipun telah dikultivasi selama lebih dari 3.500 tahun, semua tanaman budidaya di seluruh dunia hanya berasal dari umbi betina. Selama hampir 100 tahun, ada kontroversi mengenai kemungkinan spesies induk dari saffron crocus.

 

Para peneliti TUD mengatur untuk melihat ke dalam saffron crocus asli dan menjelaskan spesies induk menggunakan metode molekuler dan sitogenetik. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di New Phytologist, mereka melaporkan sifat autotriploid dari saffron sebagai hibrida dari Crocus cartwrightianus cytotypes liar.

 

Saffron crocus diturunkan dari spesies liar Crocus cartwrightianus yang ditemukan di Yunani. Melalui pengurutan genom Saffron crocus dan analisis kromosom komparatif spesies crocus berbeda, para ahli biologi mampu untuk menunjukkan bahwa genom dari dua individu Crocus cartwrightianus dengan sedikit perbedaan kromosom menyatu. Temuan-temuan ini menyimpulkan pencarian panjang berabad untuk asal usul tanaman mitos ini. 

 

Untuk lebih lengkap, baca rilis berita TUD https://tu-dresden.de/tu-dresden/newsportal/news/raetsel-geloest-dresdner-biologen-klaeren-genetische-herkunft-des-safran-krokus.