Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

ADOPSI JANGKA PANJANG JAGUNG RG DI SPANYOL DAN PORTUGAL BUKTIKAN MANFAAT BAGI PETANI DAN LINGKUNGAN

Tanggal : 5 June 2019

Ahli ekonomi pertanian terkenal Graham Brookes dari PG Economics mempublikasi temuan terbarunya mengenai penggunaan jagung tahan serangga di Spanyol dan Portugal. Studi ini mencakup 21 tahun, diawali ketika jagung RG pertama kali ditanam di Spanyol pada 1998. Dari dulu hingga saat ini 2018, 121.000 hektar jagung tahan serangga telah ditanam di kedua negara. Ini setara dengan 35% dari total area jagung di Spanyol, dan 6% di Portugal. Studi juga menyatakan bahwa bagaimana jagung RG telah membantu petani menanam lebih banyak jagung untuk pangan dan pakan sementara penggunaan sumber daya lebih sedikit. Ini juga mencatat bahwa penanaman jagung RG mengurangi penggunaan insektisida dan bahan bakar fosil selama penyemprotan tanaman.

 

Dalam hal pendapatan petani, penanaman jagung RG telah menghasilkan peningkatan dalam hasil panen tanaman dan mengurangi biaya untuk pengendalian pestisida, karena itu memberikan petani penghasilan yang lebih tinggi rata-rata €173 per hektar dan pengembalian investasi rata-rata +€4,95 untuk setiap tambahan €1 dihabiskan untuk bibit jagung RG dibandingan dengan penggunaan bibit jagung konvensional. Ini terbukti telah membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, dalam janga panjang, mendorong ekonomi pedesaan dan nasional di kedua negara tersebut. 

 

Sementara penggunaan jagung tahan serangga RG terbukti telah berkontribusi dalam mengatasi produksi tanaman, tantangan lingkungan, dan telah meningkatkan pendapatan petani, Brookes juga menunjukkan bahwa masih ada anggota Uni Eropa yang memilih untuk melarang budidaya jagung RG meskipun telah menyetujui penanamannya di UE sejak beberapa tahun lalu. Negara-negara ini dikatakan kehilangan manfaat ekonomi dan lingkungan dari jagung RG.

 

Baca selanjutnya dari GM Crops & Food https://doi.org/10.1080/21645698.2019.1614393.