Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

2014, TEBU ANTI-KEKERINGAN BAKAL DIRILIS

Tanggal: 16 May 2013 | Sumber: KABAR BISNIS | Penulis:

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia segera memiliki benih tanaman bioteknologi (produk rekayasa genetika/PRG). Tanaman RPG itu adalah tebu yang toleran terhadap kekeringan.

"Kita harus bangga karena benih biotek ini produk asli anak Indonesia. Produk ini merupakan kerjasama Universitas Jember dan PTPN XI Surabaya. Diperkirakan, akhir tahun 2013 atau paling tidak awal 2014 benih tebu RPG dapat dikomersialkan," ujar anggota Komisi Keamanan Hayati (KKH) Bambang Puwantara usai media wokshop berkenaan dengan keamanan pangan di Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Menurut Bambang, benih tebu RPG toleran tahan kekeringan sudah mendapat rekomendasi aman pangan dan lingkungan. Rekomendasi tersebut masing-masing dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan(POM) dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Sayangnya, produk tebu biotek itu belum lolos uji pakan yang rekomendasinya berasal dari Kementerian Pertanian. "Bila lolos akan diuji rumah kaca dan lapang terbatas. Kalau positif, KKH akan merekomendasikan pelepasan ke petani," terang Bambang seraya menambahkan benih tebu rendemen tinggi segera menyusul.
Data PTPN XI menyebutkan, tanaman tebu biotek itu disebarkan manusia secara vegetatif pada areal tertentu dan kecil kemungkinannya menyebar sendiri melalui biji. Dengan begitu, kecil kemungkinan dampak yang ditimbulkan. Ini didasari penyebaran tebu biotek bersifat alami.

Dari hasil riset tampak tidak terjadinya pemindahan sifat atas produk rekayasa genetika. Namun, uji lapang diharapkan untuk skala lebih luas sehingga hasilnya dapat segera direspons praktisi.

Bambang menjelaskan, benih tebu transgenik termasuk 13 benih varietas yang tengah diuji komisi. Seperti jagung dan kentang yang toleran busuk milik BB Biogen Litbang Kementan.

Dalam kesempatan yang sama, Martina Newell McGloughlin, Director International Biotechonlogy, mengatakan, pengembangan tanaman biotek turut berkontribusi terhadap keamanan pangan global. Penggunaan tanaman biotek menurunkan 40% biaya produksi. "Penghematan ongkos diperoleh dari biaya pestisida dan tenaga kerja," terang dia.
Martina mencontohkan China yang menggunakan benih padi Bt. Penggurangan penggunaan pestisida mencapai 80% per kilogram per hektare (ha). Sementara potensi yang dihasilkan meningkat 8%. kbc11