Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

2014, PRODUKSI MASSAL GANDUM

Tanggal: 14 June 2012 | Sumber: KOMPAS | Penulis:

 

BRATISLAVA, KOMPAS - Pemerintah menargetkan tahun 2014 sebagai tahun dimulainya produksi gandum secara masal di Indonesia. Pengembangan itu dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum.

 

Wartawan Kompas Subur Tjahjono melaporkan dari Bratislava, Slowakia, Rabu (13/6), rencana Pemerintah Indonesia itu disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam pidato penganugerahan gelar doktor honoris causa bidang ekonomi di Kampus Universitas Pertanian Slowakian di Nitra, 59 kilometer arah barat Bratislava, Selasa (12/6).

 

Rektor Universitas Pertanian Slowakia di Nitra, Prof Peter Bielik, mengemukakan, alasan perguruan tinggi tersebut memberi gelar honoris causa karena Hatta dinilai berperan penting meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.

 

Salah satu nota kesepahaman kerja sama itu adalah antara Universitas Pertanian Slowakia di Nitra dan Unibersitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Kerja sama itu berupa pengembangan budidaya gandum dari bibit gandum Slowakia yang beriklim subtropis untuk ditanam di wilayah Indonesia yang tropis. Lokasi pengembangan gandum itu berada di Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumati, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

 

Lima mahasiswa Universitas Andalas juga belajar budidaya gandum di Univeristas Pertanian Slowakia di Nitra. Kelima mahasiswa tersebut adlah Elisabeth Sianturi dan Doni Hariadai yang mempelajari agronomi. Silvia Permatasari mempelajari hama dan penyakit tanaman gandum. Nunung Hidayati mempelajari pascapanen gandum. Nurwanita Ekasari Putri mempelajari pemuliaan tanaman gandum.

 

Silvia dan Nurwanita adalah mahasiswi S-3, sedangkan sisanya adalah mahasiswa S-1 Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang mengikuti kursus di Universitas Pertanian Nitra. "Kami bertiga rencananya akan menjadi pendamping petani gandum," tutur Nunung.

 

Hatta Rajasa lebih lanjut memaparkan, tahun ini kebutuhan gandum Indonesia 6,2 juta ton per tahun. Semuanya dipenuhi dari impor. "Tahun 2020 diperkirakan kebutuhan gandum mencpai 10 juta ton per tahun. Hal itu menjadikan Indonesia importir terbesar di dunia," kata Hatta.

 

Dari 12 genotipe bibit gandum Slowakia yang dicoba dikembangkan di Indonesia, terdapat empat genotipe yang cocok, yaitu genotipe SO3, SO8, SO9, dan SO10.